Zhebriel...
cahaya yang meretas
himpitan malam
ku titipkan jiwaku
pada terangmu
maka biarkan klausa waktu
memaknai langkah kita
dan tak akan ku biarkan
apapun merampas senyummu
-Kay-
Kamis, 05 Maret 2009
Senin, 23 Februari 2009
100209
Pelan-pelan ku lihat
mentari tak berparas
warnanya semakin tenggelam hangat...
Dari ufuk barat
ku dapati senja berbicara
bahwa hari akan
merubah wajahnya
Di saat kantuk mulai mengetuk
memanggil-manggil mimpi...
aku berusaha bertepi
sebelum pada akhirnya
aku tenggelam
jatuh dan lupa pada waktu
Maka izinkan aku
menikmati setiap detik yang berlari
di dinding ruang
rindu bersamamu...
-Zhe-
mentari tak berparas
warnanya semakin tenggelam hangat...
Dari ufuk barat
ku dapati senja berbicara
bahwa hari akan
merubah wajahnya
Di saat kantuk mulai mengetuk
memanggil-manggil mimpi...
aku berusaha bertepi
sebelum pada akhirnya
aku tenggelam
jatuh dan lupa pada waktu
Maka izinkan aku
menikmati setiap detik yang berlari
di dinding ruang
rindu bersamamu...
-Zhe-
2 PAGI
langit masih gelap
mimpimu menari dalam
hening yang senyap
bersama angin kubisikkan
syair hangat
agar musnah segala penat
pada detikdetik yang membuatmu
terperangkap
pukul 2 pagi Cinta!
waktunya kau beranjak
kembali mengarungi dunia nyata
tetaplah tersenyum meski
di sekitarmu hanya para keparat
sebab aku tak kan membiarkanmu
melangkah sendirian!
-Kay-
mimpimu menari dalam
hening yang senyap
bersama angin kubisikkan
syair hangat
agar musnah segala penat
pada detikdetik yang membuatmu
terperangkap
pukul 2 pagi Cinta!
waktunya kau beranjak
kembali mengarungi dunia nyata
tetaplah tersenyum meski
di sekitarmu hanya para keparat
sebab aku tak kan membiarkanmu
melangkah sendirian!
-Kay-
PUISIMU
ku baca lagi puisimu
tentang lukisan,
tentang harapan,
dan airmata
ketika waktu jadi penanda
malammalam jemu
yang kita lewati
dengan beragam cerita
tentang tangis,
tentang tawa,
tentang hariharimu,
tentang harihariku,
tentang kita...
tentang lukisan,
tentang harapan,
dan airmata
ketika waktu jadi penanda
malammalam jemu
yang kita lewati
dengan beragam cerita
tentang tangis,
tentang tawa,
tentang hariharimu,
tentang harihariku,
tentang kita...
Minggu, 15 Februari 2009
NOSTALGIA BIOSKOP
Apa yang kita kenang tentang bioskop-bioskop di Indonesia yang kini telah berguguran?
Dulu ada tiga gedung bioskop di kota kelahiran saya Bondowoso, yaitu bioskop President, bioskop Guntur, dan bioskop Irama. Sejauh yang saya ingat, bioskop President merupakan bioskop yang paling "sehat" saat itu, sedangkan bioskop Irama spesialis film Bollywood dan film-film "Indonesia" (tahun 80-90an, tau kan maksud saya?!).
Waktu kecil, saya sering diajak menononton bioskop oleh orangtua saya. Kalo lagi ngambek atau ngamuk, bapak saya akan membujuk dengan mengajak kbioskop dan biasanya ke"bandel"an saya langsung reda.
Kebetulan rumah saya di sekitar pecinan yang lumayan dekat dengan gedung bioskop, jadi saat pulang sekolah waktu SMP saya dan teman-teman sering bermain ke gedung bioskop yang sedang tutup. Penjaga gedung bioskop selalu berbaik hati mengijinkan kami untuk masuk ke dalam gedung.
Mengumpulkan flyer atau selebaran film yang akan diputar dan melihat poster-poster film di bioskop jadi salah satu hobi saya waktu kecil. Biasanya ada mobil yang berkeliling menyebarkar flyer-flyer sambil mengumumkan film yang akan di putar di bioskop lewat megaphone, saya suka berlari-lari mengejar mobil itu dan berebut flyer dengan orang-orang di jalan.
Terpuruknya film nasional rupanya berimbas pada tumbangnya bioskop-bioskop di daerah. Di Bondowoso, bioskop yang pertama kali tutup adalah bioskop President, disusul Irama dan Guntur. Beberapa orang menyebar isu bahwa gedung bioskop President yang kosong hingga sekarang itu berhantu, sedangkan gedung bioskop Irama telah berbuah menjadi supermarket dan departement store.
Saya dan mungkin beberapa anak lain kehilangan tempat bermain. Tempat yang kemudian membuat saya jatuh cinta pada film, tempat yang membuat saya ketika kecil kadang membayangkan menjadi seorang pemain film (film perang, film kungfu, film action, hahahahaa), tempat yang membuat saya ketika kecil berpikir dan bertanya-tanya bagaimana proses film dibuat hingga dapat kita tonton.
Saya bersyukur setelah dewasa, Tuhan memberi saya kesempatan untuk belajar tentang membuat film dan dpat bertemu dengan orang-orang yang hidupnya bergumul dengan film.
Sekarang saya sangat merindukan masa-masa kecil saya itu (sekarang juga masih kecil sih! heheee). Bagaimana dengan anda?
Dulu ada tiga gedung bioskop di kota kelahiran saya Bondowoso, yaitu bioskop President, bioskop Guntur, dan bioskop Irama. Sejauh yang saya ingat, bioskop President merupakan bioskop yang paling "sehat" saat itu, sedangkan bioskop Irama spesialis film Bollywood dan film-film "Indonesia" (tahun 80-90an, tau kan maksud saya?!).
Waktu kecil, saya sering diajak menononton bioskop oleh orangtua saya. Kalo lagi ngambek atau ngamuk, bapak saya akan membujuk dengan mengajak kbioskop dan biasanya ke"bandel"an saya langsung reda.
Kebetulan rumah saya di sekitar pecinan yang lumayan dekat dengan gedung bioskop, jadi saat pulang sekolah waktu SMP saya dan teman-teman sering bermain ke gedung bioskop yang sedang tutup. Penjaga gedung bioskop selalu berbaik hati mengijinkan kami untuk masuk ke dalam gedung.
Mengumpulkan flyer atau selebaran film yang akan diputar dan melihat poster-poster film di bioskop jadi salah satu hobi saya waktu kecil. Biasanya ada mobil yang berkeliling menyebarkar flyer-flyer sambil mengumumkan film yang akan di putar di bioskop lewat megaphone, saya suka berlari-lari mengejar mobil itu dan berebut flyer dengan orang-orang di jalan.
Terpuruknya film nasional rupanya berimbas pada tumbangnya bioskop-bioskop di daerah. Di Bondowoso, bioskop yang pertama kali tutup adalah bioskop President, disusul Irama dan Guntur. Beberapa orang menyebar isu bahwa gedung bioskop President yang kosong hingga sekarang itu berhantu, sedangkan gedung bioskop Irama telah berbuah menjadi supermarket dan departement store.
Saya dan mungkin beberapa anak lain kehilangan tempat bermain. Tempat yang kemudian membuat saya jatuh cinta pada film, tempat yang membuat saya ketika kecil kadang membayangkan menjadi seorang pemain film (film perang, film kungfu, film action, hahahahaa), tempat yang membuat saya ketika kecil berpikir dan bertanya-tanya bagaimana proses film dibuat hingga dapat kita tonton.
Saya bersyukur setelah dewasa, Tuhan memberi saya kesempatan untuk belajar tentang membuat film dan dpat bertemu dengan orang-orang yang hidupnya bergumul dengan film.
Sekarang saya sangat merindukan masa-masa kecil saya itu (sekarang juga masih kecil sih! heheee). Bagaimana dengan anda?
Selasa, 03 Februari 2009
KAMU !
kamulah semesta yang
menggugah pesona
kamulah diksi yang
tak ku temukan pada
kamus segala bahasa
kamu yang tak tergantikan
oleh morpheus atau siapapun
di dunia!
sebab kamulah ruh yang dikirim
untuk menemani, menjaga, dan mencintaiku
agar aku tak terbaring sepi
-kay-
Sabtu, 24 Januari 2009
Aku dan Kamu
Bahasa Kasih bertulis mesra
Ku sematkan dari balik dinding malam
Putih warna tinta menaburi kerlap-kerlip percakapan
Aku dan Kamu
-Zhe-
Ku sematkan dari balik dinding malam
Putih warna tinta menaburi kerlap-kerlip percakapan
Aku dan Kamu
-Zhe-
Selasa, 20 Januari 2009
MANTRA
ku kirimkan mantra ini lewat malam:
"cinta cintaku aku cinta kamu cintailah aku cinta!"
bahasa mantramu menodai senyumku
seperti cumbuan rayu!
tentu saja...
kamu sayangku dan aku cintamu
aku memang hendak mencumbumu
tapi dengan bisik kalbu
bukan rayu!
sebab yang ku tahu hanyalah cinta
tapi tak pandai mencinta
apa dan sebagaimana
kau menyulam cinta?
bisikanbisikan cumbu tak cukup
membuatku puas
jika semestinya tak
kau tawarkan aku hangat!
ku patahkan jarak
meski lewat kata
demi menghadirkan peluk hangat
untukmu cinta...
-ZheKay-
"cinta cintaku aku cinta kamu cintailah aku cinta!"
bahasa mantramu menodai senyumku
seperti cumbuan rayu!
tentu saja...
kamu sayangku dan aku cintamu
aku memang hendak mencumbumu
tapi dengan bisik kalbu
bukan rayu!
sebab yang ku tahu hanyalah cinta
tapi tak pandai mencinta
apa dan sebagaimana
kau menyulam cinta?
bisikanbisikan cumbu tak cukup
membuatku puas
jika semestinya tak
kau tawarkan aku hangat!
ku patahkan jarak
meski lewat kata
demi menghadirkan peluk hangat
untukmu cinta...
-ZheKay-
TENTANG KITA
kau yang hadir lewat katakata serapah
menjelma jadi sabda cinta
kau yang hadir menghantui tiap detik nafasku
menjelma jadi malaikat mimpi
kau yang hadir dengan wajah berbeda
menjelma jadi satu jiwa
ku lumat sedikit demi sedikit
kesedihanmu
agar ku tahu pilu yang
merangkul jiwamu
jangan kau arahkan wajah
jengah yang tak berhasrat
padaku
tapi ketahuilah aku datang
untukmu
apapun yang di depanku
hanyalah semak liar yang
menyerah pada angin
bungabunga pudar
menanti kekasih yang
bertamasya ke taman lain
debudebu menderu
mengejar mimpi yang
berpaling arah menjauh
terasing!
kau begitu haus
dan jiwamu terasing kering
tingginya gunung hanya
membuat luka bagi pikiranmu
dan berhentilah dari semak belukar
yang mampu menyayatkan
kekuatanmu sebelum kau melihatku
bukan kau jika tak begini
membuatku lupa diri
membuatku lepas kendali
bukan kau jika tak begini
menghilang tibatiba tanpa kata
datang lagi tibatiba dengan cinta dan manja
bukan kau jika tak begini
mengajakku tak beranjak dari mimpi
menancapkan rindu yang tak berpintu
bukan kau jika tak begini
membuatku menangis sunyi
membuatku tertawa mendunia
bukan kau jika tak membuatku
merasa kaulah segalanya yang
aku mau dan aku punya
bukan aku yang mau
membawa rindu untukmu
bukan aku yang ingin
merusak mimpi saat kau tertidur
bukan aku yang berkuasa
atas semua cinta dan rindu
yang mengetuk hatimu
-ZheKay-
menjelma jadi sabda cinta
kau yang hadir menghantui tiap detik nafasku
menjelma jadi malaikat mimpi
kau yang hadir dengan wajah berbeda
menjelma jadi satu jiwa
ku lumat sedikit demi sedikit
kesedihanmu
agar ku tahu pilu yang
merangkul jiwamu
jangan kau arahkan wajah
jengah yang tak berhasrat
padaku
tapi ketahuilah aku datang
untukmu
apapun yang di depanku
hanyalah semak liar yang
menyerah pada angin
bungabunga pudar
menanti kekasih yang
bertamasya ke taman lain
debudebu menderu
mengejar mimpi yang
berpaling arah menjauh
terasing!
kau begitu haus
dan jiwamu terasing kering
tingginya gunung hanya
membuat luka bagi pikiranmu
dan berhentilah dari semak belukar
yang mampu menyayatkan
kekuatanmu sebelum kau melihatku
bukan kau jika tak begini
membuatku lupa diri
membuatku lepas kendali
bukan kau jika tak begini
menghilang tibatiba tanpa kata
datang lagi tibatiba dengan cinta dan manja
bukan kau jika tak begini
mengajakku tak beranjak dari mimpi
menancapkan rindu yang tak berpintu
bukan kau jika tak begini
membuatku menangis sunyi
membuatku tertawa mendunia
bukan kau jika tak membuatku
merasa kaulah segalanya yang
aku mau dan aku punya
bukan aku yang mau
membawa rindu untukmu
bukan aku yang ingin
merusak mimpi saat kau tertidur
bukan aku yang berkuasa
atas semua cinta dan rindu
yang mengetuk hatimu
-ZheKay-
PELUK
heningnya malam ini
mengingatkanku pada tawa
hampamu yang bersanding lesu
mencari rangkulan manja
untuk dipeluk
heningnya malam ini
mengantarkan rinduku pada
malaikat yang memberiku kemenangan
di saat yang lain menjadikanku
pecundang!
-ZheKay-
mengingatkanku pada tawa
hampamu yang bersanding lesu
mencari rangkulan manja
untuk dipeluk
heningnya malam ini
mengantarkan rinduku pada
malaikat yang memberiku kemenangan
di saat yang lain menjadikanku
pecundang!
-ZheKay-
GERIMIS MALAM
gerimis malam menghabiskan gaduh
di tengah siang
suara teriak asing
telah tertelan kantuk
wajahwajah bosan pergi
menapaki kembali kediamannya
sedangkan aku tak
berpaling pada percakapanmu
aku berharap gerimis malam
akan mengantarku
pada lelap yang panjang
tempat di mana aku menemukan
hangatmu menyelimutiku
-ZheKay-
di tengah siang
suara teriak asing
telah tertelan kantuk
wajahwajah bosan pergi
menapaki kembali kediamannya
sedangkan aku tak
berpaling pada percakapanmu
aku berharap gerimis malam
akan mengantarku
pada lelap yang panjang
tempat di mana aku menemukan
hangatmu menyelimutiku
-ZheKay-
Jumat, 16 Januari 2009
Rabu, 14 Januari 2009
DIALOG MALAM
Bila kau merasakan aliran pikiranmu bimbang
Dengarlah perkataanku kawan,
Pikirkan apa yang aku utarakan,
Bersama mendung kita bersama,
Kau akan merasa bahwa
Aku benar adanya
-zhe-
Langganan:
Postingan (Atom)
